Cara Limitasi Bandwidth Menggunakan Simple Queue Pada Mikrotik

Cara Limitasi Bandwidth Menggunakan Simple Queue Pada Mikrotik (Gambar 4)

DailyBlog.id  - Tentu disaat kita menggunakan jaringan internet, pasti ada yang merasa tidak adil mengenai Bandwidth, seperti orang lain yang nonton Youtube, mengunduh file yang ukuran yang besar dan menghabiskan banyak Bandwidth, sementara kita hanya menggunakan untuk bermain game online yang sederhana dan hanya browsing kecil-kecilan saja. Maka dari itu disini saya akan mengajarkan kalian untuk mengatasi hal seperti itu, agar semuanya bisa mendapatkan Bandwidth yang seimbang atau adil. Dan disini kita akan belajar mengenai cara limitasi Bandwidth menggunakan Simple Queue pada Mikrotik. Namun, kalian semua bisa membaca terlebih dahulu mengenai artikel Cara Mengkonfigurasi NAT Di Mikrotik, dikarenakan artikel tersebut ada kaitannya dengan artikel ini, dan kalian bisa membaca artikel tersebut bagi yang belum tau atau sudah lupa mengenai cara konfigurasi NAT di mikrotik, jika kalian sudah tau dan masih ingat, kalian bisa skip saja atau langsung mencoba konfigurasi Bandwidth menggunakan SImple Queue berikut ini.

Terdapat 2 cara untuk melakukan limitasi bandwidth pada mikrotik. 2 cara tersebut yaitu menggunakan Simple Queue dan Queue Tree. Namun, sesuai artikelnya, disini saya akan menggunakan Simple Queue yang merupakan cara yang mudah untuk melakukkan limitasi bandwidth pada mikrotik.

Apa itu Simple Queue?

Simple Queue ini merupakan cara mudah untuk melakukan limitasi Bandwidth pada mikrotik, dimana kita bisa melakukan pengaturan Bandwidth secara sederhana atau mudah berdasarkan IP address client yang akan diatur atau ditentukan kecepatan dari upload dan download maksimum yang bisa dicapai atau didapat oleh client tersebut.

Contoh kasus:
Kita memiliki sebuah jaringan dengan Bandwidth yang sudah diberikan oleh ISP sebesar:

  • Download: 20Mbps
  • Upload: 10Mbps


Dan akan digunakan 10 client, lalu disini kita akan mencoba untuk melimit Bandwidth pada jaringan tersebut dengan kecepatan untuk upload yaitu mendapatkan 1Mbps dan untuk download mendapatkan sebesar 2Mbps, yang akan menggunakan parameter Target Address nya atau IP address dari client yang akan dilimit yaitu dengan Network IP 192.168.50.0/24 atau keseluruhan range ip.

Jika kalian sudah siap untuk mengkonfigurasi Bandwidth nya, kalian bisa mengkuti langkah dibawah ini, untuk melakukan limitasi Bandwidth pada mikrotik:

1. Langkah pertama yaitu hubungkan mikrotik ke Laptop atau Komputer kalian menggunakan Winbox. Pilih mikrotik kalian yang akan digunakan dan dikonekkan, dan setelah itu klik tombol konek.

2. Jika sudah, kalian bisa klik pada menu sebelah kiri yang bernama Queues, lalu pilih tab yang bernama Simple Queues.

3. Dan setelah itu klik (+) untuk menambahkan, pilih tab General, lalu untuk aturannya berikut ini:


Cara Limitasi Bandwidth Menggunakan Simple Queue Pada Mikrotik (Gambar 1)
Konfigurasi Simple Queue Mikrotik - MIR (Maximum Information Rate)


MIR (Maximum Information Rate)

MIR atau maximum information rate merupakan nilai maksimum dari kecepatan yang diperoleh pengguna yang terhubung ke jaringan yang tidak sibuk.

Name = contoh_bandwidth
Target = 192.168.50.0/24

Untuk Target kalian bisa menerapkan seperti ini (dengan klik tombol segitiga kebawah - jika ingin menambah lebih Targetnya):

* Network IP: 192.168.50.0/24 (untuk kesuluruhan berdasarkan IP range yang ingin dilimit)
* Single IP: 192.168.50.100 (untuk 1 IP yang ingin dilimit bandwidthnya)
* Dan beberapa IP: 192.168.50.50,192.168.50.100 (untuk beberapa IP yang sudah ditentukan lalu ingin dilimit)

Namun disini kita akan menggunakan kesuluruhan berdasarkan IP range yang ingin dilimit.

Max Limit

* Target Upload: 1M
* Target Download: 2M


Catatan

* Burst Limit adalah Bandwidth tambahan / bonus yang akan diberikan pada client (Burst Limit > Max Limit).
* Burst Threshold adalah Batasan rata-rata bonus bandwidth yang digunakan client, dimana jika hasil rata-rata penggunaan masih dibawah Burst Threshold maka akan mendapatkan bonus bandwidth sebesar Burst Limit. Dan jika rata-rata diatas atau lebih besar dari Burst Threshold maka hanya akan mendapatkan bandwidth sebesar max limit saja atau sesuai dengan max limit. (Burst Threshold < Burst Limit)
* Burst Time adalah waktu yang akan digunakan untuk penghitungan rata-rata penggunaan burst limit yang akan terjadi. (Burst Time > 0s)
Dan jika kalian ingin menambahkannya, kalian dapat menambahkan bonus bandwidth pada jaringan yang kalian gunakan.

4. Jika sudah, kalian klik tab Advanced. Lalu tentukan Limit At nya:

Cara Limitasi Bandwidth Menggunakan Simple Queue Pada Mikrotik (Gambar 2)
Konfigurasi Simple Queue Mikrotik - CIR (Commited Information Rate)

CIR (Committed Information Rate)

CIR atau committed information rate yang mana nilai minimum kecepatan akan didapat oleh pengguna jika jaringan sedang sibuk.

5. Jika sudah, kalian bisa klik Apply -> Ok untuk menerapkan limitasi bandwidth yang sudah kalian buat. Dan untuk melakukan pengecekkan, apakah bandwidth nya sudah terlimit atau belum, kalian bisa membuka situs www.speedtest.net . Dan jika berhasil, maka bandwidth akan terlimit seperti ini:

Cara Limitasi Bandwidth Menggunakan Simple Queue Pada Mikrotik (Gambar 3)

Dan terlihat, bahwa iconnya berubah menjadi warna merah saat pengecekkan, artinya sudah terlimit. Dan berikut ini gambar hasil dari limitnya:

Cara Limitasi Bandwidth Menggunakan Simple Queue Pada Mikrotik (Gambar 4)


Previous Post Next Post