Mengenal Lebih Dalam Mengenai Apa Itu Load Balancer?


Mengenal Lebih Dalam Mengenai Apa Itu Load Balancer?

Load Balancing

Pengertian, Prinsip dan Cara Kerja Load Balancing

  • a. Pengertian
    Load Balancing merupakan sebuah teknik untuk mendistribusikan beban trafik pada dua atau lebih jalur koneksi secara seimbang, agar trafik dapat berjalan optimal, memaksimalkan throughput, memperkecil waktu tanggap dan menghindari overload pada salah satu jalur koneksi.

  • b. Prinsip dan Cara Kerja Load Balancing
    Dimana ketika Load Balancer ini menerima sebuah permintaan layanan dari pengguna, dari permintaan tersebut akan diteruskan ke server yang utama. Dimana Load Balancer ini biasanya dengan pintar dapat menemukan server mana yang memiliki load lebih rendah dan respond lebih cepat.

Fungsi Load Balancer

  • Menginterupsi trafik jaringan (Web Traffic dan lain-lain) yang diarahkan ke sebuah situs.

  • Membagikan trafik jaringan menjadi permintaan individu (individual request) dan menentukan server yang akan menerima permintaan

  • Memonitor server yang ada serta memastikan server-server itu merespon trafik

  • Menyediakan redundancy dengan menggunakan lebih dari satu unit FailOver skenario

Fitur Load Balancing

  • TCP Buffering
    Dapat membuat respond buffer dari server dan dapat memungkinkan task akses lebih cepat.

  • Content Filtering
    Beberapa Load Balancing dapat melakukan perubahan trafik pada saat dijalankan.

  • Kompresi HTTP
    Memungkinkan pengguna utilitas kompresi GZIP yang berada disemua web browser yang modern.

  • Asymmetric Load
    Rasio dapat dibuat dengan menentukan sebuah koneksi yang menjadi primary yang dianggap paling backbonenya dan terbaik dalam path routingnya.

  • Proteksi dari serangan DDoS
    Dikarenakan dapat membuat fitur seperti SYN Cookies dan delayed-binding (suatu metode dibackend server pada saat terjadi proses TCP Handshake) pada saat terjadi serangan SYN Flood.

  • Aktivitas berdasarkan prioritas
    Disaat load jaringan lagi peek, server akan dapat membagi aktivitas berdasarkan prioritas dan ke link cadangan.

  • HTTP Caching
    Dapat menyimpan content yang static, dengan demikian request dapat di handel tanpa harus melakukan kontak ke web server diluar jaringan yang berakibat akses terasa semakin cepat.

  • HTTP Security
    Beberapa system load balancing dapat menyembunyikan HTTP error pages, menghapus identifikasi header server dari respon HTTP, dan melakukan enkripsi cookies agar user tidak dapat memanipulasinya.

  • Priority Queuing
    Berguna untuk memberikan perbedaan prioritas traffic paket.

  • Spam Filtering
    Melakukan filtering terhadap aktivitas spam (biasanya aktivitas spam tersebut berupa: spam email, spam instant messaging, spam Usenet newsgroup, spam mesin pencari informasi web (web search engine spam), spam blog, spam berita pada telepon genggam, spam forum Internet, dan lain lain) yang dilakukan secara bertubi-tubi.

Tipe Load Balancer

  • a.Tipe Perangkat Lunak
    Dimana Load Balancing berjalan disebuah PC atau Server, dan aplikasi Load Balancing diinstall dan dikonfigurasi sebelum dapat berfungsi. Keuntungannya, jika ada penambahan fitur atau fasilitas tambahan tidak perlu mengganti keseluruhan perangkat Load Balancing. Performa proses Load Balancing dipengaruhi oleh perangkat komputer yang digunakan, tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan software canggih saja.

    Contoh: Linux Virtual Server dan Ultra Monkey

    Kelebihannya:
    1. Lebih murah.

    2. Beberapa software aplikasi memiliki banyak pilihan konfigurasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kita.

    Kekurangannya:
    1. Sebagian besar aplikasi tidak dapat menangani situs besar atau jaringan kompleks.

    2. Paket aplikasi yang akan mendukung sistem yang lebih besar memerlukan jumlah hardware lebih banyak.


  • b. Tipe Perangkat Keras
    Dimana tipe ini berjalan disebuah device atau alat yang sudah disiapkan dari pabrik dan siap digunakan. Tipe hardware Load Balancing banyak digunakan karena kemudahannya.

    Contoh: Cisco System Catalyst, Coyote Point dan F5 Network BIG-IP

    Kelebihannya:
    1. Pendekatan biasanya lebih kuat dari pilihan perangkat lunak.

    2. Proses lalu lintas pada tingkat jaringan, yang secara nominal lebih efisien daripada dekripsi perangkat lunak.

    3. Bekerja dengan banyak OS atau platform.

    Kekurangannya:
    1. Biaya lebih tinggi dibandingkan menggunakan software load balancer.

Algoritma Load Balancing

  • a. Round Robin
    Membagi beban secara bergiliran dan berurutan dari satu server ke server lainnya.

  • b. Ratio
    Algoritma ini membagi beban dengan cara memberi rasio pada setiap servernya. Semakin besar rasio makan semakin besar juga server tersebut menangani bebannya.

  • c. Fastest
    Melakukan pembagian beban dengan cara mengutamakan server-server yang memiliki respond paling cepat. Server ini yang nanti akan menangani beban saat terdapat request.

  • d. Least Connection
    Melakukan pembagian berdasarkan banyaknya koneksi yang sedang dilayani oleh server. Server yang paling sedikit melayani koneksi dari client, maka server tersebut yang akan mengambil request berikutnya dari client.

  • e. Weighted Round-Robin
    Algoritma yang melakukan perhitungan perbedaan kemampuan processing dari masing-masing server anggota cluster.

HAProxy

HAProxy (High Availability Proxy) merupakan sebuah perangkat lunak opensource yang berguna untuk TCP Load Balancer. Karena TCP, artinya HAProxy dapat dipergunakan tidak hanya untuk HTTP, tetapi juga protokol lainnya.

HAProxy ini sangat cocok untuk situs web dengan lalu lintas yang sangat tinggi dan memberdayakan banyak situs web paling banyak dikunjungi didunia. Maka dari situ sangat penting untuk mengerti apa yang sebenarnya dibutuhkan jaringan sebelum membuat keputusan melakukan konfigurasi Load balancer.

FailOver

Pada saat memiliki beberapa link atau koneksi internet, maka redundancy link bisa mencapai karena router menggunakan salah satu link saja, saat link lain mengalami masalah. Penerapan redundancy (link cadangan) ini sering disebut FailOver.

Previous Post Next Post